Tunggu Bayi Usia Lebih Dari 4 Bulan Baru Diberi Makan
SEBAGIAN ibu mungkin bangga bila bayinya sudah bisa makan makanan padat meskipun usianya belum menginjak empat bulan. Padahal, bayi yang sudah makan makanan padat di usia dini akan cenderung mengalami kegendutan atau obesitas ketimbang mereka yang mengenal makanan itu diusia enam bulan.
Peneliti di Amerika Serikat mengatakan orang tua harus menunggu bayi berusia empat hingga enam bulan untuk memberinya makanan. "Mengikuti pedoman tersebut dapat mengurangi risiko obesitas pada masa kanak-kanak," penulis utama penelitian yang bertugas di Children's Hospital Boston, Susanna Huh.
Huh dan koleganya mengamati 850 bayi dan ibu selama 3 tahun. Ketika bayi berusia enam bulan, peneliti menanyakan pemberian ASI dan makanan padat kepada sang ibu. Ketika anak-anak berusia tiga tahun, peneliti mengukur tinggi dan berat badan untuk menemukan potensi obesitas.
Bayi yang diberi ASI minimal empat bulan hanya memiliki potensi satu dari 14 kemungkinan mengalami obesitas di usia prasekolah. Namun, potensi obesitas meningkat pada bayi yang telah diberi susu formula sejak dini atau berhenti menyusui sebelum usianya mencapai empat bulan.
Bila orang tua menunggu untuk memberikan makanan padat ketika bayi berusia lima bulan, maka peluang anak-anak mengalami obesitas adalah satu berbanding 20.
Jadi lebih baik menunggu bayi di usia lebih dari empat bulan untuk memperkenalkan makanan pendamping ASI kan. Setidaknya ia terbebas dari risiko penyakit obesitas ketika ia besar nanti.(go4/RRN)
Note :
Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO, dengan manajemen laktasi yang baik, produk ASI cukup dinyatakan sebagai makanan tunggal untuk pertumbuhan bayi yang normal sampai usia enam bulan.Selain itu pemberian ASI exsklusif hingga enam bulan ini dapat melindungi bayi dari resiko terkena infeksi saluran pencernaan.
Saat
usia bayi menginjak usia 6 bulan, tak terasa kini bayi harus diajarkan
pula pengenalan dan pemberian makanan padat selain ASI. Dibutuhkan
pengetahuan yang baik sebagai orang tua dalam memberikan makanan padat
ini, dikarenan hal ini merupakan pengalaman pertama bagi bayi. Berikut
beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua pada saat pemberikan
makanan padat pada bayi:
Cari Saat Yang Tepat
Setelah
enam bulan, pemberian ASI saja hanya sekitar 60-70% kebutuhan bayi.
Dengan kata lain, selain ASI, bayi membutuhkan makanan pendamping
ASI(MP-ASI). Selain itu bila MP-ASI tidak segera diberikan, masa krisis
untuk mengenalkan makanan padat yang memerlukan keterampilan mengunyah
(6-7 bulan) dikhawatirkan akan terlewati. Bila ini terjadi, dikemudian
hari bayi akan mengalami kesulitan untuk menelan makanan, atau akan
menolak makan bila diberi makanan padat.
Pada usia
9-12 bulan, keterampilan mengunyah bayi semakin matang. Selain itu,
pada usia ini, kepala juga tubuh bayi semakin stabil, sehingga
memudahkannya mengembangkan kemampuan makan secara mandiri.
Tanda-Tanda Bayi Siap Menerima Makanan Padat
. Bayi tidak puas hanya dengan diberi ASI saja.
. Bayi menunjukan ketertarikannya pada makanan yang anda makan.
. Bayi yang telah tidur sepanjang malam, kini bangun lagi tengah malam dan menangis karena lapar.
Berikan Secara Bertahap
Pemberian makanan padat pertama bayi sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:
. Mutu bahan makanan. Bahan makanan yang bermutu tinggi menjamin kwalitas zat gizi yang baik.
.
Tekstur dan konsistensi (kekentalan). Mula-mula beri bayi makanan yang
lumat dan cair, misalnya bubur susu atau bubur / sari buah (pisang,
pepaya, jeruk manis). Secara bertahap, makanan bayi dapat lebih kasar
dan padat. Bayi yang telah berusia 6 bulan bisa diberi nasi tim saring
lengkap gizi. Memasuki usia delapan bulan sampai satu tahun, bayi hanya
bisa diberi makanan yang hanya dicingcang.
. Jenis
makanan. Untuk permulaan, bayi sebaiknya diperkenalkan satu persatu
jenis makanan sampai ia mengenal dengan baik. Tunggulah paling tidak
empat hari sebelum Anda mengenalkan jenis makanan lain. Selain bayi
akan benar-benar mengenal dan dapat menerima jenis makananyang baru,
Anda pun bisa mengetahui ada tidaknya reaksi alergi pada bayi.
.
Jumlah atau porsi makanan. Selama masa perkenalan, jangan pernah
memaksa bayi menghabiskan makanannya. Umumnya, pada awalnya bayi mau
menerima 1-2 sendok teh makanan. Bila ia telah semakin besar, Anda
dapat memberikan porsi yang lebih banyak.
. Urutan
pemberian makanan. Urutan pemberian makanan pemberian ASI biasanya
buah-buahan, tepung-tepungan, dan sayuran. Daging, ikan, dan telur
umumnya diberikan setelah bayi berumur enam bulan. Bila bayi menunjukan
gejala alergi telur baru diberikan setelah usianya satu tahun.
.
Jadwal waktu makan harus luwes atau sesuai dengan keadaan lapar atau
haus yang berkaitan dengan keadaan pengosongan lambung. Dengan demikian,
saluran cerna bayi lebih siap untuk menerima,mencerna, dan menyerap
makanan pada waktu-waktu tertentu.
Perhatikan Gizi Seimbang
Selama
minggu-minggu pertama, pemberian makanan padat hanya di tujukan bagi
perkenalan rasa dan tekstur makanan, bukan sebagai upaya untuk memenuhi
kebutuhan gizinya. Perlu diingat, makanan utamanya masih ASI atau
pengganti ASI. Jadi, ia hanya perlu diberi makanan padat sekali sehari.
Selanjutnya, sejak minggu keenam sampai minggu kedelapan, tingkatkan
jumlah dan jenis makanannya, sampai ia mendapat makanan tiga kali
sehari.
Saat bayi mulai bisa makan makanan yang
ditim, baik tim saring maupun tim biasa, Anda sebaiknya mulai menerapkan
gizi seimbang. Gizi seimbang ini bisa didapat dengan pemilihan bahan
makanan yang beraneka ragam. Penganekaragaman disesuaikan dengan bahan
makanan yang biasa dikonsumsi seusia bayi. Zat-zat giji yang dibutuhkan
bayi adalah karbonhidrat, vitamin , dan mineral(misalnya zat besi) dan
vitamin (terutama vitammin C, B1 dan niasin ). Bagaimana dengan lemak?
Anda sebaiknya tidak memberinya makanan yang terlalu banyak mengandung
minyak, santan, mentega atau margarin. Karena, lemak yang dikandung oleh
bahan-bahan makanan ini akan memperberat kerja sistem pencernaan bayi.
Namun,
mengingat beberapa jenis zat gizi, misalnya vitamin A, membutuhkan
lemak agar dapat diserap oleh tubuh, maka nasi tim saring yang diberikan
kepada bayi sebaiknya ditambahkan sumber-sumber lemak. Misalnya, pada
usia bayi enam bulan, nasi timnya dapat ditambah satu sendok teh
minyak/margarin atau satu sendok makan santan.
Hal
lain yang harus Anda ingat, saat makanan padat mengelilingi jadwal
minum susu bayi adalah ia perlu minum untuk memuaskan rasa hausnya dan
membantu memperlancar kerja pencernaannya. Kebutuhannya ini sebaiknya
anda penuhi dengan memberinya minum air putih matang, sari buah segar
atau makanan yang berkuah.
Ciptakan Pengalaman yang Menyenangkan
Pada
dasarnya, cara pemberian makanan jangan terlalu memaksa bayi, yaitu
dalam waktu yang cepat dan dalam jumlah yang banyak. Perlu diingat, bayi
yang prustasi cenderung akan bersikap lebih baik melawan dari pada
makan. Jadi, biarkanlah ia menikmati acara makannya. Bila pengalaman
pertama ini menyenangkan, untuk selanjutnya segalanya akan menjadi lebih
mudah.
Hal-hal yang dapat Anda lakukan, antara lain:
.
Yakinkan bahwa bayi anda merasa aman dan nyaman, baik dikursi makannya
maupun dipangkuan/gendongan Anda. Bila menggunakan kursi makan yang
lebih tinggi, selalu gunakan sabuk pengaman yang tersedia untuk mengikat
tubuhnya, agar tidak jatuh.
. Suasana makan yang
nyaman akan menambah napsu makan bayi. Pilihlah ruangan yang sirkulasi
udaranya baik,tidak berisik, dan bersuhu sejuk. Bila perlu beri ia makan
sambil mendengarkan lagu kesayangannya atau sambil mendongeng.
.
Lakukan kontak mata dan komunikasi. Bujuk dan rayu ia agar mau mencoba
makanannya. Bayi perlu waktu untuk belajar mengunyah dan menelan.
Mungkin , ia akan lebih banyak memuntahkan makanannya dari pada
menelannya. Hal iniadalah normal.
. Sabar, jangan
panik, bila ia mengalihkan pandangannya, memutar kepalanya, menolak
membuka mulut, atau mendorong sendok makan yang Anda sodorkan kepadanya.
Ajaklah ia bicara lalu coba lagi. Bila ia masih menolak, hentikanlah
untuk kali ini, lalu cobalah esok hari. Bila ia menolak, tunda pemberian
makanan yang sama untuk beberapa hari kedepan lalu coba lagi.
.
Biarkan bayi belajar makan sendiri. Memang, kegiatan ini akan membuat
diri dan keadaan disekitarnya kotor, namun tanpa disadari keterampilan
makannya akan semakin berkembang.
. Ajak si kecil
makan di meja makan bersama anggota keluarga lain. Dengan demikian, ia
akan melihat bahwa makan adalah cara yang mengembirakan, sehingga selera
makannya timbul. selain itu,kegiatan ini akan melatihnya bersosialisasi
denga orang lain.
Memang, perlu waktu dan upaya
yang tak kenal lelah bila Anda ingin menerapkan pola makan yang baik
bagi si kecil. Anda harus memprioritaskan walau Anda mungkin disibuki
dengan berbagai tugas, baik dirumah tangga, keluarga, maupun pekerjaan
lainnya. Namun, bila semua berjalan lancar dan baik, Anda juga ysng akan
memegaramtik hasilnya, selain sikecil tentunya. Pola makan yang baik
merupakan salah satu faktor penting yang dapat menjamin kehidupan yang
sehat dan masa depan yang baik bagi sang buah hati tercinta.